Rabu, 21 Desember 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Sultan: pertumbuhan penduduk Yogyakarta di luar perkiraan

Posted: 21 Dec 2011 07:20 AM PST

Gubernur Provinsi DIY Sultan Hamengkubuwono X (FOTO ANTARA)

Berita Terkait

Video

Yogyakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan penduduk Yogyakarta di luar perkiraan, sehingga dikhawatirkan akan memunculkan berbagai masalah kependudukan, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Sebelum otonomi daerah, pertumbuhan penduduk Yogyakarta mencapai 0,8 persen, tetapi setelah 2008 pertumbuhannya meningkat menjadi 1,6 persen," katanya saat mengukuhkan pengurus Koalisi Kependudukan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, hal itu akan menjadi masalah, karena kebanyakan penduduk Yogyakarta didominasi lanjut usia. Hal itu disebabkan para pensiunan senang bermukim di Yogyakarta.

"Oleh karena itu, pengurus Koalisi Kependudukan Provinsi DIY diharapkan dapat bersama-sama mencari solusi atas masalah kependudukan di Yogyakarta. Pemerintah tidak mungkin menangani masalah kependudukan itu sendiri, sehingga dengan kebersamaan dan tujuan yang sama kita bisa bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut, harus ada payung hukumnya, agar Pemprov DIY tidak ada temuan pelanggaran hukum, karena semua kegiatan yang dilaksanakan pemerintah berdasarkan hukum.

"Hal itu dapat dilaksanakan melalui kerja sama antara pengurus Koalisi Kependudukan dengan Pemprov DIY. Koalisi yang terbentuk itu mampu menjadi rekomendasi dalam memprediksi masa depan agar pemerintah mampu memberikan layanan pada masyarakat dengan meningkatkan kemandirian, sehingga warga Yogyakarta sejahtera," katanya.

Ketua Koalisi Kependudukan Pusat Sony mengatakan pembentukan kepengurusan koalisi di tingkat Provinsi DIY bertujuan untuk membantu penyelesaian masalah kependudukan di wilayah ini, dengan memberi rekomendasi kepada pemerintah mengenai masalah kependudukan.

"Dengan demikian, diharapkan Yogyakarta mampu meletakkan azas kependudukan yang baik, dan menjadi percontohan bagi daerah lain," katanya.

Pengurus Koalisi Kependudukan Provinsi DIY yang dikukuhkan terdiri atas Ketua Agus Herwanto, Sekretaris Umi Haryati, dan Bendahara Sriana Sucimulyani, dibantu beberapa divisi.

Agus Herwanto usai dikukuhkan mengatakan para pengurus diharapkan dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk dan membantu mengatasi masalah kependudukan di Yogyakarta.

"Kami optimistis dapat melakukan hal itu, karena para pengurus koalisi merupakan para pakar yang telah memiliki pengalaman yang memadai," katanya. (B015*H010/M008)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Pemkab Bekasi akan bangun politeknik negeri

Posted: 21 Dec 2011 07:16 AM PST

Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berencana melaksanakan program Community College dengan mendirikan Politeknik Negeri pada tahun 2012 mendatang.

"Program Community Collage ini ditawarkan oleh Politeknik Bandung. Kita sudah dengar paparan konsepnya, dan menyambut baik program tersebut," kata anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi, Muhtadi, usai rapat dengan pihak Politeknik Bandung dan Dinas Pendidikan setempat di ruang rapat Komisi D, Rabu.

Muhtadi mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan peningkatan ekonomi di wilayah setempat. Politeknik tersebut nantinya akan ditekankan pada upaya peningkatan keterampilan dan kompetensi di bidang industri.

"Nanti akan kita petakan dulu kebutuhan SDM industri di Kabupaten Bekasi itu seperti apa, sehingga kurikulumnya akan disesuaikan," tukasnya.

Dikatakan Muhtadi, program Community College dengan pendirian Politeknik Negeri yang mengambil bidang studi industri merupakan sebuah solusi bagi pemenuhan kebutuhan pangsa pasar tenaga kerja di wilayah setempat. Apalagi, kata dia, di Kabupaten Bekasi terdapat ribuan perusahaan baik skala nasional maupun multinasional.

"Konsepnya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang handal agar setelah lulus bisa langsung disalurkan ke dunia industri yang ada di Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Ditambahkan Muhtadi, minimnya kualitas SDM lokal yang mampu bersaing di dunia industri selama ini memang menjadi persoalan. Terlebih dengan banyaknya SDM dari luar daerah yang membuat kompetisi semakin sulit.

"Dengan adanya Politeknik ini, paling tidak lulusan SMA/SMK di Kabupaten Bekasi tidak kebingungan mencari pekerjaan. Kita tidak mau menjadi penonton di daerah sendiri," ujarnya.

Selain bidang industri, tambahnya, Politeknik tersebut nantinya juga akan dikembangkan ke sektor pertanian dan Migas. Sebab, kedua sektor tersebut memiliki potensi yang sangat tinggi di wilayah setempat.

"Komisi D mengimbau kepada Pemkab Bekasi agar segera memfasilitasi proses perizinan dan pembangunan Politeknik tersebut. Ini adalah kesempatan yang tidak bisa tolak karena merupakan kebutuhan," demikian Muhtadi.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi Biomed, membuka program Diploma II dengan jurusan industri. Untuk awal, tambahnya, lokasinya akan menggunakan gedung SMK Negeri 2 Cikarang.

"Semua kurilulum dan materi pengajarnya nanti akan didatangkan dari Politeknik Bandung. Kabupaten Bekasi menyediakan tempat, mahasiswa dan membantu pembiayaan dari APBD," kata dia.

Rusdi mengatakan, pembahasan belum sampai detail tentang jumlah mahasiswa pada angkatan pertama tahun 2013 mendatang. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu dan menyiapkan kebutuhan teknis lainnya.

"Nanti jika sudah siap pasti akan kita umumkan, diprioritaskan mahasiswanya adalah lulusan SMK/SMA di Kabupaten Bekasi," demikian Rusdi. (ANT-294/T004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar