Rabu, 30 November 2011

Republika Online

Republika Online


Mengapa Wanita Hamil Harus Menjauhi Kopi Espresso?

Posted: 30 Nov 2011 05:44 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Wanita hamil tanpa disadarinya menempatkan kesehatan bayi yang dikandungnya dengan minum kopi dari kafe, para peneliti memperingatkan.

Sebuah analisis dari espresso yang disajikan di 20 kedai kopi di Inggris, ditemukan variasi besar dalam jumlah kafein yang dikandungnya. Bahkan, bisa sampai enam kali lipat jumlah normal secangkir kopi.

Penelitian sebelumnya menyarankan, wanita hamil tak mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein perhari. Kekhawatiran tentang cacat lahir, persalinan prematur, dan keguguran yang menjadi alasannya. Hal ini biasanya setara dengan empat cangkir kopi, yang masing-masing mengandung 50mg kafein.

Selain di Starbucks, kafe-kafe umumnya malah menyediakan kopi dengan kadar kafein lebih. "Bahkan ada yang mencapai 300 mg," tulis jurnal makanan The Royal Society of Chemistry yang mempublikasi penelitian itu.

Peneliti dari Universitas Glasgow membeli satu shot espresso dari 20 kedai kopi di kota dan diukur kandungan kafein mereka. Untuk akurasinya, mereka memesan beberapa kali dan mengukurnya. Tapi, tak mengubah persentase angka kandungan kafeinnya.

DAlan Crozier, peneliti senior di sekolah kedokteran Glasgow University mengatakan kafein, yang melintasi plasenta ke bayi yang belum lahir, biasanya memakan waktu lima jam untuk memecah dalam tubuh hingga setengah tingkat sebelumnya.
"Tetapi proses dapat memakan waktu hingga 30 jam dalam kelompok tertentu, termasuk anak-anak, penderita penyakit hati, dan wanita hamil," katanya.

Hati bayi yang belum lahir akan berjuang untuk memecah kafein, dengan potensi konsekuensi jangka panjang. Bahkan pil KB dapat menghambat pengolahan kafein.

"Pada tingkat rendah, seorang wanita hamil dengan aman bisa minum empat cangkir per hari tanpa secara signifikan melebihi asupan yang disarankan," katanya. Namun jika mengonsumsi kopi espresso, maka akan melebihi ambang batas yang dianjurkan.

Sebuah studi tentang kopi lain seperti latte dan cappuccino juga sama, katanya, karena mereka sering dibuat dari basis espresso bahkan lebih kuat.

Ia juga menyatakan, jenis kopi, proses pemanggangan, dan teknik kopi, membuat semua dapat mempengaruhi kandungan kafein. Ia menyarankan Badan Standar Makanan Inggris untuk lebih memperketat dan memantau konten kafein.

Full content generated by Get Full RSS.

Cara Agar Bayi Terhindar HIV/AIDS dari Sang Ibu

Posted: 29 Nov 2011 11:44 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO - Tiga bayi di Provinsi Gorontalo dinyatakan positif terinveksi Human Immunnodeficiency Virus (HIV) karena lahir dari orang tua termasuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal tersebut dikatakan Rudi Hunta, Asisten Koordinator Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Gorontalo, Rabu (30/11).

"Bayi itu lahir dari ibu ODHA, sedangkan si ibu tertular ODHA dari suaminya yang ODHA akibat suka sex bebas," jelasnya, seraya menyimpan identitas ODHA itu.

Meski demikian, tidak semua bayi yang lahir dari orangtua ODHA otomatis terinfeksi HIV/AIDS, ada dua kasus kelahiran bayi yang negatif HIV/AIDS meski kedua orangtuanya ODHA. "Dulu ada pria dan wanita ODHA yang menikah, dan alhamdulillah anaknya tidak tertular penyakitnya," katanya.

Dijelaskan, jika ada ODHA yang menikah atau hamil, maka dia harus secara intensif dipantau oleh tim dokter untuk menjaga kesehatannya dan kondisi janin hingga masa melahirkan tiba.

"Jika sudah waktunya melahirkan, maka harus dilakukan operasi cessar agar kemungkinan bayi tertular HIV/AIDS bisa diminimalkan, karena jika ibu melahirkan dengan normal sangat mungkin si bayi terkena darah ibunya yang sudah terinfeksi HIV/AIDS," jelasnya.

Demikian juga saat sudah lahir ibu tidak diperbolehkan memberikan ASI kepada bayi untuk antisipasi tertular HIV/AIDS. "Jika sejak awal sudah diketahui si orangtua terinfeksi HIV, maka kita bisa lebih mudah mengantisipasi agar bayinya tidak tertular," katanya.

Ketidaktauhan itulah yang dianggapnya sebagai sebab terjadinya kasus infeksi HIV/AIDS terhadap bayi yang lahir dari Ortu ODHA.

Full content generated by Get Full RSS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar